Share Next Entry
[Fanfiction] Call Me Kota (Indonesian Language)
yaotomeshinju

Author : Yaotome Shinju

Tittle : Call Me Kota

Genre : Romance (maybe?)

Main Cast: Pippi Uchina (OC), Yabu Kota, Takaki Yuya, dan karakter numpang lewat lainnya xD.

Disclaimer: JUMP milik Penciptanya, Shinju cuma punya plot cerita ajah :3.

-o0o-

“Yabucchi! Yabucchi! Yabucchiiiiiiii!!!” panggil seorang gadis mungil sambil melompat naik ke punggung pemuda jangkung yang ia panggil ‘Yabucchi’ itu.

“AAAAHHHHHH!! Pippi, beraaaaaaat!!” teriak pemuda itu. Akan tetapi, bukannya turun, gadis itu malah mempererat rangkulannya di pundak pemuda itu agar ia tidak terjatuh. “Kau habis makan apa sih? Tubuhmu berat sekali tahu!” lanjut pemuda itu.

Gadis itu mengerucutkan bibirnya, “Aku tidak seberat itu!!” katanya.

Pemuda itu menggelengkan kepalanya, berusaha untuk bersabar menghadapi kelakuan gadis yang sekarang berada di punggungnya itu, sebelum berkata, “Kau mau sampai kapan kugendong seperti ini?”

“Sampai aku tiba di depan rumah, hehehe.” jawab sang gadis.

“APAA?!” seru pemuda itu terkejut, “Maksudmu kau mau aku mengantarmu sampai ke rumahmu dengan cara seperti ini?” lanjutnya dan gadis itu hanya mengangguk. “Kau akan membuat punggungku patah Pippi…” katanya lagi sambil mulai berjalan untuk mengantar gadis itu.

“Yabucchi jahat!!” kata gadis itu sambil mempererat lagi rangkulannya.

“PIPPI!! PIPPI!!! AKU TERCEKIK!”

“Habis Yabucchi jahaaaaaattttt~”

“Hehehe, aku cuma bercanda kok.” gadis itu mempererat lagi rangkulannya, “HEIII!! Kau mau aku mati kehabisan nafas ya?!”

“Hehehe…” gadis bernama Pippi itu melonggarkan rangkulannya kemudian menyandarkan kepalanya ke pundak pemuda itu

“Kau habis darimana?”

“Pulang kuliah, Yabucchi sendiri habis darimana?”

“Sama, pulang kuliah…” suasana kemudian berubah menjadi hening, Masing-masing tenggelam ke dalam pikirannya sendiri. “Pippi-chan..” panggil pemuda itu.

“Hmm?” sahut Pippi. “Tidak,” jawab pemuda itu. Pemuda itu terus berjalan hingga akhirnya mereka tiba di depan rumah sang gadis. “Hei, sudah sampai nih.” mendengar itu, Pippi kemudian melompat turun dari punggung pemuda itu.

“Duh, sepertinya tulang punggungku benar-benar patah” kata sang pemuda sambil pura-pura meringis kesakitan dan memegangi punggungnya.

“YABUCCHI!” Pippi memukul lengan pemuda itu.

“Bercanda bercanda. Hehehe.” tawa pemuda itu membuat matanya yang sudah sipit semakin terlihat sipit. “Yasudah, kau masuk gih sana.”

“Iya, Yabucchi makasih ya.” Pemuda itu mengangguk. “Yabucchi hati-hati!” kata Pippi melambaikan tangannya.

“Yo!” pemuda itu balas melambaikan tangannya sambil berjalan pergi.

-o0o-

“Pippi, tadi siapa yang mengantarmu?” tanya seorang wanita paruh baya begitu Pippi tiba di dalam rumah.

“Ah, Kaa-chan seperti tidak tahu saja.” kata seorang gadis berusia lebih muda dari Pippi -yang tampaknya adalah adiknya- sambil membaca sebuah majalah.

“Kou-chan?” tanya ibunya.

“Siapa lagi? Pacar kakakku tersayang ini kan sudah pasti Kota-kun.” jawab sang adik sambil memberikan cengiran lebar kepada kakaknya yang sekarang merona.

“A-apa sih!! Jangan ngegosip deh! Aku nggak pacaran sama Yabucchi tahu!”

“Hahaha, tapi suka kaaaan?  Sudahlah nee-chan, mengaku saja. Wajahmu merah tuh.” goda adiknya lagi.

“Ih! Apaan sih kamu! Sok tahu!!” Pippi kemudian masuk ke dalam kamarnya dengan  membanting pintu. Dari dalam kamar ia masih bisa mendengar tawa puas adiknya. Melempar tasnya ke pojok kamar, Pippi kemudian melemparkan tubuhnya ke atas kasur. “Pacar Yabucchi?” bisiknya kepada dirinya sendiri. Ia merasakan wajahnya memanas karena kata-kata barusan, kemudian ia menenggelamkan wajahnya ke bantal.

Sebenarnya, ia dan pemuda yang ia panggil Yabucchi itu adalah sahabat sejak kecil, rumah mereka bersebelahan. Nama pemuda itu sebenarnya adalah Yabu Kota, Yabu nama keluarganya dan Kota adalah namanya. Tapi Pippi sudah terbiasa memanggilnya Yabucchi sejak kecil, jadilah ia memanggilnya Yabucchi.

Mereka berdua sangat dekat. Dulu, sosok Yabu sudah seperti kakak laki-laki baginya, terlebih karena ia tidak punya saudara laki-laki di rumah. Tapi belakangan ini seperti ada yang berbeda, ia mulai merasa berdebar jika berada di dekat pemuda itu. Dan semakin hari ia semakin yakin kalau ia menyukai Yabu. Namun, apakah Yabu menyukainya? Lalu hubungan persahabatan mereka nanti akan menjadi seperti apa? Banyak pertanyaan di benaknya. Namun yang jelas, ia sangat menyayangi Yabu dan tidak mau kehilangan pemuda itu. Merasa lelah, Pippi pun akhirnya tertidur.

-o0o-

Yabu sedang duduk di kamar sambil memainkan gitarnya, ia mencoba untuk mengaransemen sebuah lagu sampai ia mendengar pintu kamarnya diketuk. “Masuk.” jawabnya. Hal yang terjadi kemudian adalah pintu kamarnya menjeblak terbuka dan Pippi bergegas masuk dengan wajah panik.

“Yabucchiiii~ tolong aku!” katanya dengan wajah seperti mau menangis. Melihatnya seperti itu, Yabu ikut merasa panik.

“Ada apa? Kau kenapa?? “ tanyanya.

“Besok aku ada ujian dan aku sama sekali ngga ngertiiiiii~” kata Pippi.

“Yaampun, aku kira apa. Memang besok ujian apa?” tanya Yabu sambil menaruh gitarnya.

“Bahasa Inggriiiis…”

“Kenapa minta tolong aku?? Kau kan tahu bahasa inggrisku buruk!” omel Yabu.

“Bukan buruk Yabucchi, tapi payah.” Yabu menyentil kening Pippi, “Itteeeeee~ sakit tau!” kata Pippi meringis sambil memegangi keningnya yang tadi disentil Yabu.

“Siapa suruh kau berkata seperti itu. Bilang bahasa inggrisku payah tapi malah datang ke rumahku minta diajari bahasa inggris, baka!”

“Habiiiiiiis, aku ngga tau mau minta tolong ke siapa lagi.”

“Yasudah, mana sini bukunya? Aku liat dulu.” Pippi memberikan buku bahasa inggrisnya, “Yang mana yang tidak kau mengerti?” tanya Yabu.

“Vocabulary, grammar… semua!!” jawab Pippi.

“Kau iniiiiiii…… Masa tidak ada sama sekali yang kau mengerti??” tanya Yabu hilang kesabaran kemudian mencubit kedua pipi Pippi.

“Yabucchi itteeeeeeee~, kau kan juga tahu bahasa inggrisku buruk.”

“Bukan buruk, tapi payah.” balas Yabu tak bisa menahan cengirannya.

“Hei!! Itu kata-kataku!” kata Pippi, Yabu hanya mengangkat bahunya sambil terus nyengir.

Tak lama kemudian, Yabu sibuk membaca buku Pippi, berusaha memahami isi buku itu. Kemudian, setelah ia paham, ia menerangkan kepada gadis itu tentang apa yang berhasil ia pelajari dari buku itu.

“Jadi, kalau kalimat pernyataanya positif dengan subyek ‘I am’, to be ‘am’ di pernyataan penegas diganti dengan ‘are’. Tapi kalau kalimat pernyataannya negatif, to be-nya tidak mengalami perubahan. Kau sudah mengerti?” tanya Yabu, setelah memberi penjelasan panjang lebar. Ia menoleh ke arah Pippi dan mendapati gadis itu tengah tertidur pulas.

Yabu menggeram, “Cewek ini… Baka!”

“Mmmh…” Pippi merubah posisi tidurnya agar terasa lebih nyaman. “ Yabucchi… daisuki.” Kata Pippi mengigau.

Yabu membelalakkan matanya mendengar hal itu. Perlahan-lahan ia mendekatkan wajahnya ke wajah Pippi, namun…

“Y-yabucchi?” Pippi tiba-tiba membuka matanya dan mendapati wajah Yabu berada sangat dekat dengan wajahnya sendiri, ia merasa wajahnya mulai merona.

Yabu memelototkan matanya, “Bangun, se-ka-rang.” katanya pelan namun dengan nada dalam dan tegas yang membuat Pippi segera bangun. “Bisa-bisanya kau tidur saat aku sedang mengajarimu.” Pippi melihat Yabu memalingkan pandangannya seolah sedang menolak untuk menatapnya.

“Yabucchi marah?” Tanya Pippi takut. Yabu menoleh untuk menatap Pippi, ia menghela nafas. “Tidak.” katanya. “Sudah malam, sebaiknya kau pulang. Aku akan mengantarmu” katanya lagi.

“Un.” jawab Pippi singkat sambil menganggukkan kepalanya.

“Pippi-chan.” panggil Yabu saat mereka sudah berada di depan rumah Pippi.

“Apa?” sahut Pippi.

“Kenapa kau memanggilku Yabucchi?” tanyanya

“Hmmm… tidak tau, mungkin karena aku sudah terbiasa memanggilmu begitu sejak kita masih kecil.” jawab Pippi.

“Tapi itu bukan namaku kan, kenapa kau tidak coba memanggilku dengan namaku?”

“Memangilmu dengan namamu? Yabu-kun, begitu?” tanya Pippi.

Yabu menghela nafas, “Bukan, ‘Yabu’ itu nama keluargaku, ingat? Namaku Pippi-chan, namaku.”

“K-ko… Yabucchi. Hehehe.”

Yabu menhela nafas dan memalingkan wajahnya, “Aku pulang dulu ya.” katanya dingin sebelum akhirnya ia melangkah pergi meninggalkan Pippi.

“Yabucchi~ ?”

-o0o-

Sejak kejadian itu, Yabu menjadi enggan menemui Pippi. Entah kenapa ia sangat kesal akan hal itu. Namun, di sisi lain ia juga merasa dirinya sangat kekanak-kanakan karena merajuk atas masalah yang sebenarnya sepele. Yang membuat ia merasa semakin kesal adalah Pippi sama sekali tidak berusaha menemuinya. Sebenarnya ia sangat mengaharapkan Pippi datang –dan mungkin membujuknya. Yabu menggelengkan kepalanya, mengusir pikirannya yang ia rasa semakin kekanak-kanakan.

Seperti biasa, pada jam segini ia sedang dalam perjalan pulang dari kampusnya. Merasa haus, ia memutuskan untuk mampir ke Vending Machine terdekat untuk membeli minuman. Saat ia hampir sampai, ia melihat seseorang yang tidak asing baginya. Pippi, dan ia sedang bersama seorang pemuda. Mereka sedang berada di depan Vending Machine yang ia tuju, tertawa-tawa dan tampak sangat bahagia.

Saat Yabu hendak berbalik pergi, memutuskan untuk tidak mau melihat pemandangan di depannya, seseorang memanggilnya. “Yabucchi?”

Yabu berbalik untuk menghadapi orang yang meamnggilnya itu. “Yabucchi lagi ngapain di sini?” Tanya Pippi.

“Aku mau pulang.” Jawabnya singkat.

Pippi menatap Yabu bingung, ia kemudia menatap Vending Machine yang ada di depannya. “Yabucchi mau beli minum?” Tanya Pippi lagi.

“Sudah tidak lagi.” Yabu memalingkan wajahnya dan suasana menjadi tidak enak. Saat ia sudah mau beranjak pergi, tiba-tiba,

“Ehem. Sepertinya aku harus pergi. Bye Pippi!” Kata pemuda yang tadi bersama Pippi.

“Oh, iya. Bye Yuya!” balas Pippi.

Setelah Yuya pergi, Yabu menatap Pippi. “Yuya?” tanyanya. “Siapa dia?”

“Takaki Yuya, dia teman kuliahku.”

“Kau memanggilnya Yuya?” Tanya Yabu.

“Ia, memang kenapa?” Tanya Pippi bingung, sedangkan Yabu mendengus kesal.

“Kau bahkan memanggilnya dengan namanya, tapi tidak mau memanggilku dengan namaku.” Pippi membelalakkan namanya.

“Yabucchi marah karena hal itu?”

“Tidak.”

“Tapi-“

“Aku bilang tidak! Aku tidak marah!” bentak Yabu.

Pippi menatap Yabu dingin, “Kalau kau tidak marah, kau tidak perlu membentakku kan?” kata Pippi, kemudian ia berjalan pergi meninggalkan Yabu sendirian.

Yabu terdiam untuk beberapa saat. Menyadari apa yang telah terjadi, ia berlari untuk mengejar Pippi. Akhirnya ia melihat Pippi yang sedang berjalan cepat menjauhinya.

“PIPPI!” panggilnya. Akan tetapi gadis itu tidak menoleh ataupun berhenti, malah semakin mempercepat langkahnya. Yabu berlari menyusul Pippi. Setelah berhasil menyamakan langkah, Yabu menarik lengan Pippi dan membuat Pippi berbalik menghadapinya.

“Pippi…” kata Yabu dengan nafas yang terengah-engah karena habis berlari. Ia menunduk dan melihat wajah Pippi yang sudah bersimbah air mata. “Hei, maafkan aku. Aku tidak bermaksud membentakmu.” kata Yabu lembut sambil mengangkat dagu Pippi agar  menatapnya kemudian ia menghapus air mata gadis itu. “Jangan menangis.” katanya lagi.

“Yabucchi jahat!” kata Pippi sambil mulai memukuli Yabu. “Kau jahat! Jahat! Sudah tidak mau menemuiku, sekarang malah membentakku.” lanjutnya dengan terus memukuli Yabu.

“Pippi, cukup! Hei, sakit! Hei!” kata Yabu namun Pippi masih melanjutkan aksinya mamukuli pemuda jangkung itu. Yabu akhirnya menarik tangan gadis itu dan memeluknya agar ia menghentikan pukulannya.

“Aku kan sudah bilang maaf.” Kata Yabu.

“Tapi kau tetap jahat! Kenapa kau sampai semarah itu?” tanya Pippi. Yabu mengangkat bahu, “Entahlah, aku tidak tahu. Tiba-tiba saja merasa jengkel.” jawabnya.

“Jengkel kenapa?” tanya Pippi lagi.

“Sepertinya karena kau memanggil nama pemuda tadi dengan namanya, sedangkan kau tidak pernah mau memanggilku dengan namaku.”

Pippi mendongakkan kepalanya untuk menatap pemuda yang tengah memeluknya itu. “Sepertinya?”  tanyanya. Yabu mengangguk. Ia menjadi sangat terkejut saat mendengar Pippi terkikik geli. “Jadi Yabucchi cemburu?” goda Pippi.

Yabu membelalakkan matanya menatap Pippi. “Ap- aku tidak-“

“Hahaha, sudah mengaku saja. Yabucchi cemburuuu.. Yabucchi cemburuuuu~” goda Pippi lagi.

“Kubilang tid-“

“Sudahlaaah kau pasti cemb-“ kalimat Pippi terpotong saat ia merasakan bibir Yabu menyentuh bibirnya. Ia membelalakkan matanya terkejut, namun sesaat kemudian ia mulai menutup matanya dan balas mencium Yabu. Ia mengalungkan tangannya di leher Yabu dan sedikit berjinjit karena perbedaan tinggi badan mereka.

Setelah beberapa lama Yabu akhirnya melepaskan ciumannya, dan setelah sadar dengan apa yang telah terjadi, Pippi bertanya, “Itu tadi maksudnya apa?”

“Aku cuma mau membuatmu diam saja kok.” jawab Yabu enteng.

“Kau ini-“ kata Pippi hendak memukuli Yabu lagi namun Yabu berhasil menangkap tangan Pippi sebelum sempat memukulinya.

“Daisuki.”

“EEEHHHHHH????” jerit Pippi terkejut.

“Boku wa Pippi no koto daisuki.” kata Yabu lagi membuat suasana menjadi hening.

“A-atashi mo, Yabucchi no koto daisuki.” jawab Pippi tak lama kemudian sambil menundukkan kepalanya, menyembunyikan wajahnya yang sekarang pasti sudah semerah kepiting rebus.

“Makanya, mulai sekarang kau harus mulai terbiasa memanggilku dengan namaku.” bisik Yabu di telinga Pippi.

“Eh? Kenapa?” tanya Pippi.

“Tidak mungkinkan kau terus memanggilku Yabucchi sampai kita menikah? Apa kata anak kita nanti?” kata Yabu sambil mengedipkan sebelah matanya, membuat wajah Pippi terasa semakin panas.

“K-Kota.” kata Pippi pelan dengan wajah yang semakin memerah saat mngucapkan itu.

Yabu tersenyum dan kembali menarik Pippi ke dalam pelukannya sebelum menciumnya.

-OWARI-

HUWAAAAHHHHHH!!! APA INI?? Entahhlah, rasanya gimanaaa gitu pas baca ulang ni Fanfic. Yah, inilah hasil renungan di dalam angkot! xD. Silahkan di comment, jelekkah? Abalkah? Burukkah? ß Negative Thinking atau mungkin bagus ß ngarep hehehe :D


  • 1
that`s really good story hahaha <3 (y)
is there other fanfiction? :)

Thanks for reading and comment~ ><)/ <3
No, it's my first post and fanfic about Hey Say JUMP/ JE.. But I'll make the other fanfic about them :3

ok i`ll wait \(^_^)/ >.

oiiiiiiiiiiiiiiiii

d lanjutin dong,,,ntr yuya sm niya<<ngareppp so sweet ceritanya peluk yabu*

Ini kan udah tamat mak, apanya yang dilanjutin? o,O

Ia, nanti ya mak.. belom ada ide buat babeh nih >< hehe
makasih udah baca dan comment.. *cium babeh*

ayokkk////klo liat mak pst lgs dpt ide<<<<
[Error: Irreparable invalid markup ('<sotoy*>') in entry. Owner must fix manually. Raw contents below.]

ayokkk////klo liat mak pst lgs dpt ide<<<<<sotoy* XD

mak jangan d bikin baka yak ama yuya
>////////////////<

doita ^^

Haha sabar ya mak, lagi ngerjain yang laen..
Maksudnya jangan yg baka? Yg co cweet gitu mak? Tapi babeh kan cocoknya yang baka mak *ditabok babeh* tapi nanti coba bikin deh mak. Sabar yooo.. ^0^)/

XDDDD

abis klo mak minta d bikinin pairing TakaNiya berakhir komedi
wkwkwkwkwkkwk
mak tunggu kyaaaa
plak*

Abis mukanya babeh gitu si xD

sip, tapi agak lama gapapa ya mak~ >

numpang komen dund XD
hahahahha XDD

  • 1
?

Log in